mimpi ketinggalan bis

neko4d rtp - BRI Bantu Klaster Usaha Kain Tuan Kentang Palembang Naik Kelas

2024-10-06 22:05:39

neko4d rtp,erek erek air,neko4d rtp
JPNN.com » Ekonomi » UMKM » BRI Bantu Klaster Usaha Kain Tuan Kentang Palembang Naik Kelas

BRI Bantu Klaster Usaha Kain Tuan Kentang Palembang Naik Kelas

Selasa, 04 Juni 2024 – 17:18 WIB BRI Bantu Klaster Usaha Kain Tuan Kentang Palembang Naik KelasFacebook JPNN.comTwitter JPNN.comPinterest JPNN.comLinkedIn JPNN.comWhatsapp JPNN.comTelegram JPNN.comTerletak di tepi Sungai Ogan, tepat di pertemuan Sungai Musi dan Sungai Ogan, Tuan Kentang menawarkan sensasi unik bagi para pengunjung. Foto: dok BRI

jpnn.com, JAKARTA - Terletak di tepi Sungai Ogan, tepat di pertemuan Sungai Musi dan Sungai Ogan, Tuan Kentang menawarkan sensasi unik bagi para pengunjung.

Tak heran, di antara perkampungan yang ada di Palembang, Tuan Kentang merupakan salah satu yang paling menyita perhatian. 

Namun, bukan hanya itu saja, masyarakat di kampung ini juga turut menghidupkan potensi pariwisata daerah selama puluhan tahun sebagai perajin kain tenun khas Palembang.

Baca Juga:
  • Langkah Mudah untuk Mengatasi Lupa Username atau Password BRImo

Ya, mayoritas warga di sana hidup sebagai perajin kain tradisional Palembang seperti songket, blongsong, tajung, atau jumputan dengan kualitas yang sangat baik. 

H. Udin Abdillah yang telah dipercaya sebagai ketua Klaster Usaha Kain Tuan Kentang menjelaskan bahwa keberadaan klaster tersebut sebagai wadah dan sarana untuk saling mendukung dan mengembangkan potensi antar perajin. 

Udin bercerita bahwa usaha kerajinan kain tenun Tuan Kentang ini sudah dijalankan selama 40 tahun. Awalnya ia terinspirasi oleh usaha kecil yang dimiliki orang tuanya. 

Baca Juga:
  • Klaster Jambu Kristal di Purworejo Makin Maju Berkat KUR BRI

“Dulu saya sempat tinggal di Jakarta, lalu sekitar tahun 1981 saya memutuskan pindah ke Palembang dan belajar kerajinan kain tenun ini dari nol. Akhirnya belajar buka usaha sendiri sekitar 1984 dan Alhamdulillah berjalan sampai sekarang,” ungkap Udin.

Kehadiran klaster usaha tersebut berawal dari inisiatif masyarakat di sekitar.